Rabu, 23 Mei 2018

Membunuh Penat di Anak Gunung Krakatau


Halo akhirnya gue bisa nulis catatan lagi setelah beberapa tahun ini absen gara-gara laptop yang udah gak kuat lagi untuk diajak kerja. Kali ini guemau menulis tentang perjalanan sharecost cukup membawa pasukan cukup banyak kurang lebih 30 orang karena memang daya tampung kapal yang kita sewa mengharuskan peserta sebanyak itu kalo ingin harga sewanya murah. Hehehe  J

Loh Loh kok udah ngomongin kapal sih?? Yaahh ketahuan deh mau kemananya.....
           
Yup kali ini gue akan melakukan perjalanan ke Anak Gunung Krakatau via Lampung dan akan menginap di Pulau Sabesi. Kali ini masih dengan system yang sama dengan Perjalanan gue ke Bromo yaitu system Sharecost. Awalnya perjalanan ini kita rencanakan hanya 15 orang saja dengan menggunakan jasa Open Trip (OT) yang sudah bisa dibilang memiliki nama di media social, tetapi pada kenyataannya seminggu sebelum keberangkatan pada saat kami ingin melakukan pembayaran pihak OT ini menaikkan harga secara sepihak yang menurut kami harga itu sudah terlampau mahal. Akhirnya kami berembuk bagaimana caranya agar rencana liburan kali ini tetap berjalan sesuai dengan rencana. Akhirnya kita memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan cara Sharecost, oke kita bagi bagi tugas gue bertugas untuk mencari info tentang penginapan dan transportasi yang akan kita gunakan menuju Pulau Sabesi, setelah semua data terkumpul Fahmi bertugas untuk nego harga dan mencari teman sharecost sebanyak 30 orang maksimal agar perjalanan liburan ini terasa lebih murah. Singkat cerita pasukan sudah terkumpul dan kita akan melakukan perjalanan hari Jum’at malam sepulang bekerja.

Jum'at, 05 Desember 2014

Akhirnya hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Hari itu Jum’at tanggal 05 Desember 2014 kita sudah menentukan titik kumpul semua berada di Slipi Jaya dari situ kita akan menaiki Bus tujuan Pelabuhan Merak, dan karena rombongan kami 30 orang maka kita split menjadi 2 Bus agar kita cepat sampai di Pelabuhan. Karena rombongan kita yang paling banyak akhirnya kita memutuskan menaiki Bus agak malam supaya tidak ada yang terpisah dalam rombongan. Setelah menaiki Bus yang menuju pelabuhan tidak ada aktifitas yang kami lakukan selain tidur untuk merecharge tenaga supaya keesokan harinya tubuh kita bisa kembali fresh.

Gambar 1 : Molor di Bus

Sabtu, 06 Desember 2014

Pukul 01.00 dini hari akhirnya kita sampai dipelabuhan dan Alhamdulillah langsung bisa naik ke kapal Ferry yang sudah ada di dermaga. Kita semua memilih duduk di dek luar kapal agar bisa berkumpul dan berbincang mengakrabkan diri karena seperti gua bilang diawal ini Sharecost dengan peserta 30 orang dan pastinya semua belum pernah bertemu atau bahkan berkenalan.






Gambar 2 : Bercengkrama di Kapal





Singkat cerita setelah tiba di bakauheni kita carter angkot menuju pelabuhan Canti yang kita tempuh kurang lebih 1-2 jam.
             
 

Gambar 3 : Menuju Dermaga Canti

Hari Sabtu 06 Desember 2014 pukul 06.30 pagi kita tiba di dermaga Canti sebuah dermaga kecil yang cukup Indah dengan deburan Ombak perairan Selat Sunda yang sedang bersahabat pada saat itu. Sambil menunggu kapal yang kami carter tiba kami sempatkan untuk Sarapan pagi dan berfoto foto.





  


Gambar 4 : Dermaga Canti
         






Setelah selesai sarapan dan berfoto bersama kita berangkat menuju Pulau Sebuku Besar. Kita menyewa Perahu Kelotok dengan kapasitas maksimal 30 orang dan Alhamdulillah pada saat itu laut sedang bersahabat gelombang tidak terlalu tinggi. Setelah beberapa jam mengarungi laut kami tiba disebuah pulau yang bernama sebuku besar, disini kami diberi kesempatan untuk snorkeling dan ini adalah spot pertama kami sebelum mencapai Pulau Sabesi.

    

Gambar 5: Snorkeling Pulau Sebuku Besar

Setelah kita puas snorkeling perjalanan kita lanjutkan kembali Pulau Sabesi dimana disana adalah pulau tempat kita menginap, kita menyewa 2 Barak untuk menginap. Setelah kami tiba di Pulau Sabesi kami langsung menuju kamar dan bersih-bersih secara bergantian, setelah itu kita bisa menikmati indahnya pantai pasir putih didepan Barak kami.
        








Gambar 6: Perjalanan menuju Pulau Sebuku Besar

   

    

Gambar 7: Pulau Sabesi


Gambar 8 : Penginapan “Barak” di Pulau Sabesi

Setelah semua anggota selesai bersih-bersih dan Istirahat sejenak kita sudah disajikan menu makan siang di sebuah gazebo dipinggir pantai, kita makan bersama sambil menikmati suasana pantai yang sejuk mendengar deburan ombak dari pinggir pantai sambil menikmati menu makan siang. Setelah makan siang kami semua istirahat dan ada juga yang masih bermain dipinggir pantai sambil foto-foto. Sekitar pukul 16.00 atau setelah Sholat Ashar kami semua kembali berkumpul untuk pergi menuju Pulau Sebuku Kecil untuk menikmati Sunset dipinggir pantai sambil menikmati Kelapa Muda yang sudah disediakan oleh nelayan. Menikmati kebersamaan bersama sahabat dan teman-teman baru itu adalah sebuah “Gift” dalam setiap perjalanan. Entah berapa rupiah yang kita keluarkan tapi dengan adanya kebersamaan ini kamu tidak akan pernah merasa rugi. Tidak perlu hal mewah untuk bisa menikmati kehangatan kebersamaan.
 



Gambar 9: Pulau Sebuku Kecil

Setelah puas menikmati Senja hingga sang mentari terbenam di Pulau Sebuku Kecil kami kembali menuju Pulau Sabesi untuk makan malam dan beristirahat karena keesokan harinya pukul 04.00 pagi kami semua sudah harus berangkat menuju ke Anak Gunung Krakatau. Tidak banyak yang kita lakukan di malam hari selain berbincang mengakrabkan diri ditemani dengan ikan bakar yang sudah siap disantap. Selesai berbincang kami kembali ke barak untuk tidur.

Minggu 07 Desember 2014

We’re Ready to Summit Attack…

Bapak Nakhoda menginstruksikan kami agar semua berada didalam kapal dikarenakan ombak masih cukup tinggi dan perjalanan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Setelah setengah jam mengarungi Selat Sunda ombak sudah terasa cukup tinggi, banyak diantara kami yang mabuk laut dikarenakan terjangan ombak dan udara cukup terbatas didalam kapal, dan akhirnya beberapa dari kami ada yang muntah karena tidak kuat. Pada saat itu saya memutuskan untuk naik keatas dek kapal menemani nakhoda sambil menunggu terbitnya sang fajar di ufuk timur. Pukul 05.30 Alhamdulillah kita bisa melihat sang fajar naik dari kejauhan. Melihat keindahan itu saya merasa kantuk saya hilang dan kembali bersemangat menikmati gelombang laut Selat Sunda ini.

 
 

Gambar 10: OTW Anak Gunung Krakatau

Pada saat matahari terbit beberapa teman yang tadinya didalam kapal akhirnya beranjak keluar, dan pada saat itu dari kejauhan Anak Gunung Krakatau sudah terlihat. Anak Gunung Krakatau ini adalah gunung berapi yang statusnya masih aktif, apabila gunung ini sedang bergejolak kawasan taman nasional ini akan ditutp untuk umum demi keselamatan bersama. Pada saat kami kesana beruntungnya gunung ini sedang “Tertidur” sehingga perjalanan ini tidak akan sia-sia. Anak Gunung Krakatau muncul 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883. Gunung Krakatau hilang karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883 yang menewaskan lebih dari 36.000 jiwa dan mengakibatkan perubahan Iklim Global. (Sumber : Wikipedia)

Kira-kira pukul 06.00 pagi kita merapat ke pulau Anak Gunung Krakatau dan Fahmi ditemani oleh nakhoda kapal mengurus SIMAKSI karena kawasan ini merupakan Cagar Alam yang dilindungi. Sebelum memulai tracking kita sempatkan foto-foto terlebih dahulu, sebelum kawasan ini menjadi ramai oleh wisatawan. Setelah kurang lebih 1 jam melakukan pendakian dengan track berpasir akhirnya kita semua tiba di bibir kubah lava Anak Gunung Krakatau. Cuaca pada saat itu cukup panas sehingga sebagian dari kami mulai merasakan dehidrasi dan ternyata tidak semua teman-teman membawa air mineral. Pada saat kami foto-foto saya melihat seorang kakek sedang menikmati puncak gunung bersama rombongan lain yang baru tiba dipuncak. Tidak lama saya beranikan diri untuk menyapa beliau, karena kakek itu terlihat seperti sibuk sendiri keluar dari rombongannya. Setelah berbincang sesaat ternyata benar beliau ikut Open Trip (OT) sendirian dari Bandung. Hal itu ia lakukan karena merasa suntuk dirumah setelah dirinya memasuki masa pensiun di salah satu perusahaan BUMN, beliau ingin mencoba sesuatu yang baru dalam hidupnya. Dan beliau akhirnya merasa enjoy dengan perjalanan yang disediakan oleh OT yang ia ikuti. Dari kejadian diatas saya sempat berfikir “Kemana waktu bahagiamu dikala masih muda? Apakah harus menunggu waktu pensiun hanya untuk memberikan REWARD untuk diri kita sendiri?”. Setelah berfoto bersama saya ijin pamit karena Tim saya sudah cukup lama bermain di Puncak ini.

 

          



Gambar 11: Cagar Alam Anak Gunung Krakatau

Pukul 08.00 kita bergerak turun menuju bibir pantai untuk menuju spot terakhir sebelum pulang ke Pulau Sabesi. Kita akan menuju spot untuk melakukan snorkeling yang katanya disitu terdapat terumbu karang yang bagus dengan air yang jernih dan tenang, kalau sudah ngomogin terumbu karang dan air yang jernih sudah pasti disana banyak ikan-ikan berwarna warni. Tempat itu bernama Lagoon Cabe. Dan setelah 30 menit perjalanan kita akhirnya tiba di Lagoon Cabe.

First Impression is AMAZZIIING

Air yang begitu jernih, tenang dan tidak terlalu dalam, cahaya matahari yang memantul di air seperti sebuah hamparan kristal di lautan. Yapp ini memang menjadi spot terbaik untuk melakukan snorkeling di Anak Gunung Krakatau. Setelah berpanas-panasan di Anak Gunung Krakatau kami semua akhirnya bisa meleas lelah bermain air di Lagoon Cabe ini. Sekitar 1 jam lamanya kita bermain air berfoto dengan ikan dan ada yang melakukan jumping dari atas kapal. Sejenak melepaskan penat dari kesibukan sehari-hari memang diperlukan agar keesokan harinya tubuh dan jiwa ini kembali fresh lagi.


        


 


Gambar 12: Lagoon Cabe

Akhirnya dengan berat hati kita harus kembali ke pulau sabesi untuk bersiap-siap pulang ke Ibukota dan kembali beraktifitas seperti sedia kala. Tidak banyak yang bisa kami lakukan dalam perjalanan pulang selain beristirahat, ada yang tidur didalam dan ada yang berbincang menemani nakhoda di dek atas. Sekitar pukul 12.00 kita tiba di Pulau Sabesi, untuk bersih-bersih dan membereskan barang-barang bawaan kami. Finally pukul 14.00 kita berangkat meninggalkan Pulau Sabesi menuju Dermaga Canti. Cuaca saat itu cenderung Panas terik sehingga kami semua berada didalam kapal. Perjalanan ini bukanlah untuk sekedar pelampiasan, tapi ini lebih melatih kami untuk melatih kekompakan dan kesabaran sebagai individu-individu dalam sebuah tim. Singkat cerita pukul 18.00 kita masuk ke kapal Ferry yang akan menyebrangi Selat Sunda menuju Pulau Jawa. Pada saat itu penumpang membludak dan kamipun akhirnya mendapat tempat duduk seadanya di dek depan.

 









Gambar 13: Dibuang Sayang


Pukul 12.00 dini hari kapal Ferry merapat dipelabuhan dan ini menandakan perjalanan ini telah usai. Alhamdulillah liburan kali ini berjalan lancar dan sukses, setelah perjalanan ini masih banyak tempat yang saya sendiri akan kunjungi, karena Allah SWT telah memberikan anugerah keindahan baik alam dan budaya di Indonesia yang sayang untuk kita lewati. Bagi gue pribadi, sampai kapanpun Indonesia gak akan pernah habis kita Explore.

Nikmati, Jaga dan Lestarikan alam Indonesia untuk anak dan cucu kita nanti karena sebuah perjalanan bukan hanya untuk sekedar pelarian sesaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar