Halo akhirnya gue bisa nulis
catatan lagi setelah beberapa tahun ini absen gara-gara laptop yang udah gak
kuat lagi untuk diajak kerja. Kali ini guemau menulis tentang perjalanan
sharecost cukup membawa pasukan cukup banyak kurang lebih 30 orang karena
memang daya tampung kapal yang kita sewa mengharuskan peserta sebanyak itu kalo
ingin harga sewanya murah. Hehehe J
Loh Loh kok
udah ngomongin kapal sih?? Yaahh ketahuan deh mau kemananya.....
Yup kali ini gue akan melakukan
perjalanan ke Anak Gunung Krakatau via Lampung dan akan menginap di Pulau
Sabesi. Kali ini masih dengan system yang sama dengan Perjalanan gue ke Bromo
yaitu system Sharecost. Awalnya perjalanan ini kita rencanakan hanya 15 orang
saja dengan menggunakan jasa Open Trip (OT) yang sudah bisa dibilang memiliki
nama di media social, tetapi pada kenyataannya seminggu sebelum keberangkatan
pada saat kami ingin melakukan pembayaran pihak OT ini menaikkan harga secara
sepihak yang menurut kami harga itu sudah terlampau mahal. Akhirnya kami
berembuk bagaimana caranya agar rencana liburan kali ini tetap berjalan sesuai
dengan rencana. Akhirnya kita memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan
dengan cara Sharecost, oke kita bagi bagi tugas gue bertugas untuk mencari info
tentang penginapan dan transportasi yang akan kita gunakan menuju Pulau Sabesi,
setelah semua data terkumpul Fahmi bertugas untuk nego harga dan mencari teman
sharecost sebanyak 30 orang maksimal agar perjalanan liburan ini terasa lebih
murah. Singkat cerita pasukan sudah terkumpul dan kita akan melakukan
perjalanan hari Jum’at malam sepulang bekerja.
Jum'at, 05 Desember 2014
Akhirnya hari yang ditunggu
tunggu pun tiba. Hari itu Jum’at tanggal 05 Desember 2014 kita sudah menentukan
titik kumpul semua berada di Slipi Jaya dari situ kita akan menaiki Bus tujuan
Pelabuhan Merak, dan karena rombongan kami 30 orang maka kita split menjadi 2
Bus agar kita cepat sampai di Pelabuhan. Karena rombongan kita yang paling
banyak akhirnya kita memutuskan menaiki Bus agak malam supaya tidak ada yang
terpisah dalam rombongan. Setelah menaiki Bus yang menuju pelabuhan tidak ada
aktifitas yang kami lakukan selain tidur untuk merecharge tenaga supaya
keesokan harinya tubuh kita bisa kembali fresh.
Gambar 1 : Molor di Bus
Sabtu, 06 Desember 2014
Pukul 01.00 dini hari akhirnya
kita sampai dipelabuhan dan Alhamdulillah langsung bisa naik ke kapal Ferry
yang sudah ada di dermaga. Kita semua memilih duduk di dek luar kapal agar bisa
berkumpul dan berbincang mengakrabkan diri karena seperti gua bilang diawal ini
Sharecost dengan peserta 30 orang dan pastinya semua belum pernah bertemu atau
bahkan berkenalan.
Gambar 2 :
Bercengkrama di Kapal
Singkat
cerita setelah tiba di bakauheni kita carter angkot menuju pelabuhan Canti yang
kita tempuh kurang lebih 1-2 jam.

Gambar 3 : Menuju
Dermaga Canti
Hari Sabtu 06 Desember 2014 pukul 06.30 pagi kita tiba di
dermaga Canti sebuah dermaga kecil yang cukup Indah dengan deburan Ombak
perairan Selat Sunda yang sedang bersahabat pada saat itu. Sambil menunggu
kapal yang kami carter tiba kami sempatkan untuk Sarapan pagi dan berfoto foto.
Gambar 4 : Dermaga Canti
Setelah selesai sarapan dan berfoto
bersama kita berangkat menuju Pulau Sebuku Besar. Kita menyewa Perahu Kelotok
dengan kapasitas maksimal 30 orang dan Alhamdulillah pada saat itu laut sedang
bersahabat gelombang tidak terlalu tinggi. Setelah beberapa jam mengarungi laut
kami tiba disebuah pulau yang bernama sebuku besar, disini kami diberi
kesempatan untuk snorkeling dan ini adalah spot pertama kami sebelum mencapai
Pulau Sabesi.
Gambar 5: Snorkeling Pulau Sebuku Besar
Setelah kita puas snorkeling
perjalanan kita lanjutkan kembali Pulau Sabesi dimana disana adalah pulau tempat
kita menginap, kita menyewa 2 Barak untuk menginap. Setelah kami tiba di Pulau
Sabesi kami langsung menuju kamar dan bersih-bersih secara bergantian, setelah
itu kita bisa menikmati indahnya pantai pasir putih didepan Barak kami.


Gambar 6: Perjalanan menuju Pulau Sebuku Besar
Gambar 7: Pulau Sabesi
Gambar 8 : Penginapan
“Barak” di Pulau Sabesi
Setelah semua anggota selesai
bersih-bersih dan Istirahat sejenak kita sudah disajikan menu makan siang di
sebuah gazebo dipinggir pantai, kita makan bersama sambil menikmati suasana
pantai yang sejuk mendengar deburan ombak dari pinggir pantai sambil menikmati
menu makan siang. Setelah makan siang kami semua istirahat dan ada juga yang
masih bermain dipinggir pantai sambil foto-foto. Sekitar pukul 16.00 atau
setelah Sholat Ashar kami semua kembali berkumpul untuk pergi menuju Pulau
Sebuku Kecil untuk menikmati Sunset dipinggir pantai sambil menikmati Kelapa
Muda yang sudah disediakan oleh nelayan. Menikmati kebersamaan bersama sahabat
dan teman-teman baru itu adalah sebuah “Gift” dalam setiap perjalanan. Entah
berapa rupiah yang kita keluarkan tapi dengan adanya kebersamaan ini kamu tidak
akan pernah merasa rugi. Tidak perlu hal mewah untuk bisa menikmati kehangatan kebersamaan.

Gambar 9: Pulau
Sebuku Kecil
Setelah puas menikmati Senja
hingga sang mentari terbenam di Pulau Sebuku Kecil kami kembali menuju Pulau
Sabesi untuk makan malam dan beristirahat karena keesokan harinya pukul 04.00
pagi kami semua sudah harus berangkat menuju ke Anak Gunung Krakatau. Tidak
banyak yang kita lakukan di malam hari selain berbincang mengakrabkan diri
ditemani dengan ikan bakar yang sudah siap disantap. Selesai berbincang kami
kembali ke barak untuk tidur.
Minggu 07 Desember 2014
We’re Ready to Summit Attack…
Bapak Nakhoda menginstruksikan
kami agar semua berada didalam kapal dikarenakan ombak masih cukup tinggi dan
perjalanan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Setelah setengah jam mengarungi Selat
Sunda ombak sudah terasa cukup tinggi, banyak diantara kami yang mabuk laut
dikarenakan terjangan ombak dan udara cukup terbatas didalam kapal, dan
akhirnya beberapa dari kami ada yang muntah karena tidak kuat. Pada saat itu
saya memutuskan untuk naik keatas dek kapal menemani nakhoda sambil menunggu
terbitnya sang fajar di ufuk timur. Pukul 05.30 Alhamdulillah kita bisa melihat
sang fajar naik dari kejauhan. Melihat keindahan itu saya merasa kantuk saya
hilang dan kembali bersemangat menikmati gelombang laut Selat Sunda ini.


Gambar 10: OTW Anak Gunung Krakatau
Pada
saat matahari terbit beberapa teman yang tadinya didalam kapal akhirnya
beranjak keluar, dan pada saat itu dari kejauhan Anak Gunung Krakatau sudah
terlihat. Anak Gunung Krakatau ini adalah gunung berapi yang statusnya masih
aktif, apabila gunung ini sedang bergejolak kawasan taman nasional ini akan
ditutp untuk umum demi keselamatan bersama. Pada saat kami kesana beruntungnya
gunung ini sedang “Tertidur” sehingga perjalanan ini tidak akan sia-sia. Anak Gunung
Krakatau muncul 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Gunung Krakatau hilang karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus
1883 yang menewaskan lebih dari 36.000 jiwa dan mengakibatkan perubahan Iklim
Global. (Sumber : Wikipedia)
Kira-kira
pukul 06.00 pagi kita merapat ke pulau Anak Gunung Krakatau dan Fahmi ditemani
oleh nakhoda kapal mengurus SIMAKSI karena kawasan ini merupakan Cagar Alam
yang dilindungi. Sebelum memulai tracking kita sempatkan foto-foto terlebih
dahulu, sebelum kawasan ini menjadi ramai oleh wisatawan. Setelah kurang lebih
1 jam melakukan pendakian dengan track berpasir akhirnya kita semua tiba di
bibir kubah lava Anak Gunung Krakatau. Cuaca pada saat itu cukup panas sehingga
sebagian dari kami mulai merasakan dehidrasi dan ternyata tidak semua
teman-teman membawa air mineral. Pada saat kami foto-foto saya melihat seorang
kakek sedang menikmati puncak gunung bersama rombongan lain yang baru tiba
dipuncak. Tidak lama saya beranikan diri untuk menyapa beliau, karena kakek itu
terlihat seperti sibuk sendiri keluar dari rombongannya. Setelah berbincang
sesaat ternyata benar beliau ikut Open Trip (OT) sendirian dari Bandung. Hal
itu ia lakukan karena merasa suntuk dirumah setelah dirinya memasuki masa
pensiun di salah satu perusahaan BUMN, beliau ingin mencoba sesuatu yang baru
dalam hidupnya. Dan beliau akhirnya merasa enjoy dengan perjalanan yang
disediakan oleh OT yang ia ikuti. Dari kejadian diatas saya sempat berfikir
“Kemana waktu bahagiamu dikala masih muda? Apakah harus menunggu waktu pensiun
hanya untuk memberikan REWARD untuk
diri kita sendiri?”. Setelah berfoto bersama saya ijin pamit karena Tim saya
sudah cukup lama bermain di Puncak ini.


Gambar 11: Cagar Alam Anak Gunung Krakatau
Pukul
08.00 kita bergerak turun menuju bibir pantai untuk menuju spot terakhir
sebelum pulang ke Pulau Sabesi. Kita akan menuju spot untuk melakukan
snorkeling yang katanya disitu terdapat terumbu karang yang bagus dengan air
yang jernih dan tenang, kalau sudah ngomogin terumbu karang dan air yang jernih
sudah pasti disana banyak ikan-ikan berwarna warni. Tempat itu bernama Lagoon
Cabe. Dan setelah 30 menit perjalanan kita akhirnya tiba di Lagoon Cabe.
First
Impression is AMAZZIIING
Air
yang begitu jernih, tenang dan tidak terlalu dalam, cahaya matahari yang
memantul di air seperti sebuah hamparan kristal di lautan. Yapp ini memang
menjadi spot terbaik untuk melakukan snorkeling di Anak Gunung Krakatau.
Setelah berpanas-panasan di Anak Gunung Krakatau kami semua akhirnya bisa
meleas lelah bermain air di Lagoon Cabe ini. Sekitar 1 jam lamanya kita bermain
air berfoto dengan ikan dan ada yang melakukan jumping dari atas kapal. Sejenak
melepaskan penat dari kesibukan sehari-hari memang diperlukan agar keesokan
harinya tubuh dan jiwa ini kembali fresh lagi.


Gambar
12: Lagoon Cabe
Akhirnya dengan berat hati kita harus kembali ke pulau
sabesi untuk bersiap-siap pulang ke Ibukota dan kembali beraktifitas seperti
sedia kala. Tidak banyak yang bisa kami lakukan dalam perjalanan pulang selain
beristirahat, ada yang tidur didalam dan ada yang berbincang menemani nakhoda
di dek atas. Sekitar pukul 12.00 kita tiba di Pulau Sabesi, untuk bersih-bersih
dan membereskan barang-barang bawaan kami. Finally pukul 14.00 kita berangkat
meninggalkan Pulau Sabesi menuju Dermaga Canti. Cuaca saat itu cenderung Panas
terik sehingga kami semua berada didalam kapal. Perjalanan ini bukanlah untuk
sekedar pelampiasan, tapi ini lebih melatih kami untuk melatih kekompakan dan
kesabaran sebagai individu-individu dalam sebuah tim. Singkat cerita pukul
18.00 kita masuk ke kapal Ferry yang akan menyebrangi Selat Sunda menuju Pulau
Jawa. Pada saat itu penumpang membludak dan kamipun akhirnya mendapat tempat
duduk seadanya di dek depan.

Gambar 13: Dibuang Sayang
Pukul 12.00 dini hari kapal Ferry
merapat dipelabuhan dan ini menandakan perjalanan ini telah usai. Alhamdulillah liburan kali ini berjalan lancar dan sukses, setelah
perjalanan ini masih banyak tempat yang saya sendiri akan kunjungi, karena
Allah SWT telah memberikan anugerah keindahan baik alam dan budaya di Indonesia
yang sayang untuk kita lewati. Bagi gue pribadi, sampai kapanpun Indonesia gak
akan pernah habis kita Explore.
Nikmati, Jaga dan
Lestarikan alam Indonesia untuk anak dan cucu kita nanti karena sebuah perjalanan bukan hanya untuk sekedar pelarian sesaat





































