Tahun 2014 ini para Traveller telah dianugrahkan hari libur yang bisa dibilang cukup menggiurkan apalagi pada bulan Mei yang menurut gw setidaknya ada 6 hari kejepit nasional, sudah pasti banyak Traveller yang sudah merencanakan untuk berlibur termasuk juga gw yang sudah merencanakan untuk berTraveller ke Desa Dieng yang terletak di Wonosobo Jawa Tengah.
Bagi sebagian orang yang belum pernah kesana pasti meremehkan segala keindahan alam yang ada disana, dan sebelum kesana gw sudah menyiapkan segala sesuatunya mulai Losmen, transportasi, dan perlengkapan yang WAJIB gw bawa, karena sudah disebutkan diatas bahwa ini adalah desa tertinggi kedua didunia maka sudah pasti udara disana super Duiingiinn....
Singkat cerita gw udah pesen kamar dari jauh2 hari untuk tanggal 29 Mei 2014 karna sudah pasti kamar disana bakalan Full soalnya banyak hari libur kejepit pada minggu terakhir di bulan Mei 2014 itu. Setelah kamar beres gw langsung browsing Pool Bus yang menuju Wonosobo dan pastinya cari yang paling murah dan kenyamanan tetep diutamakan. Pilihan gw jatuh pada PO. Sinar Jaya yang ada di Rawamangun tepatnya sebelah Rabbani. Setelah booking kamar dan Bus gw masih browsing tempat - tempat wisata yang akan gw samperin. Karena keterbatasan Waktu maka tempat wisata yang bakal gw samperin adalah :
- Bukit Sikunir untuk memburu Sunrise
- Telaga Cebong
- Telaga Warna dan beberapa Gua yang masih dalam area Telaga Warna
- Bukit Pandang yang letaknya diatas Telaga Warna
- Komplek Candi Arjuna untuk memburu Sunset
Daaannn hari yang dinanti pun tiba,,,,
Setelah izin dikantongi dari bos dari kantor gw langsung kontak Driver untuk minta tolong mengantarkan ke Pool Sinar Jaya di Rawamangun (Special Thanx to Bang Zoel).
Perjalanan pun dimulai berangkat dari Pool Rawamangun bus langsung masuk Tol dan menuju Cikampek tetapi namanya perjalanan pasti ada kendalanya, Bus tiba-tiba masuk Pool di daerah Cibitung untuk mengambil Penumpang dan yang paling Bete adalah GANTI BAN, karena ganti ban itu sendiri sudah memakan waktu 2 jam sendiri. Tepat pukul 21.20 Bus melanjutkan perjalanan dan gw langsung ambil sikap sempurna untuk TIDUUUURR....
Goood Morniing Wonosoboo......
Dari Terminal Mendolo langsung naik angkot warna Kuning menuju pangkalan Bus 3/4 yang akan mengantar ke Dieng. Disini angkot tidak ada nomor trayek dan untuk mengenalinya adalah dari warna Bumper, pilih angkot dengan Bumper warna merah yaa setelah itu turun di pangkalan Bus 3/4 langsung menuju Dieng yang ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam. Sepanjang jalan yang menanjak itu kita sudah disuguhkan indahnya Gunung Sindoro yang ada di sebelah kanan jalan. It's soo Beautifull ....
Setelah 1 jam berada di Bus dengan jalan yang berkelok - kelok, akhirnya pak supir memberitahu kalau gw sudah sampai tujuan. Yapp pak supir menurunkan gw pas didepan LOSMEN BU DJONO.
Tanpa Ba Bi Bu gw langsung masuk dan menanyakan kamar yang udah gw booking sebelumnya. Setelah kunci ditangan gw langsung naik dan merebahkan badan yang sekitar 15 jam duduk manis di dalam Bus.
Sore pun tiba dan gw langsung mandi untuk menyegarkan badan, sekedar info nih, harga 1 kamar dengan kamar mandi luar di Losmen Bu Djono itu adalah Rp. 75.000,- sudah Free Wifi. Dan setelah mandi gw langsung tanya - tanya kepada penjaga Losmen bagaimana cara menuju objek wisata disana, dan karena gw ga mw ribet gw sepakat untuk menyewa Guide yang gw panggil Kang Edwin dengan tambahan Biaya Rp. 150.000,- untuk objek wisata Bukit Sikunir, Telaga Cebong, Bukit Pandang dan Telaga Warna. Setelah deal harga gw langsung jalan menuju kawasan Komplek Candi Arjuna yang letaknya di depan Losmen Bu Djono. Disini kita bisa melihat puing - puing Candi dan masih ada beberapa Candi yang masih berdiri dengan kokoh. Niatnya sih mau liat Sunset tapi gw kurang beruntung karena ada kabut tebal menjelang senja.
Setelah Puas dan waktu sudah menjelang Maghrib akhirnya gw balik ke Losmen untuk beristirahat karena keesokan harinya gw harus sudah rapih dengan perlengkapan yang serba dobel untuk berburu Golden Sunrise di puncak Sikunir. Dan tepat pukul 04.00 gw berangkat menuju Desa Sembungan dan perjalanan ditempuh selama 30 menit menggunakan sepeda motor. Jalan yang dilalui juga cukup menantang dikarenakan tidak ada Penerangan dan jalan yang berlubang disana sini. Gw kasih saran nih mending lo naik motor kalo ke Sikunir karna kalo naik mobil lo ga bisa ngeliat taburan bintang di langit yang jumlahnya banyak bangettt...
Setelah sampai di parkiran gw sama Kang Edwin langsung Tracking menuju puncak yang memakan waktu 15 menit. Dan momen yang biasanya gw liat dari mbah Google gw bisa liat dengan mata kepala gw sendiri. Yess this is it, Art of God yang paling di tunggu-tunggu
Setelah puas berada di bukit Sikunir gw langsung turun menuju parkiran tetapi melewati jalur yang berbeda pada saat tracking keatas soalnya kata Kang Edwin ewat jalur ini kita dapat melihat Telaga Cebong yang sebenarnya pas berangkat berada tepat di pinggir jalan yang gw lewatin, sungguh kaya akan potensi Pariwisata di "Negeri Para Dewa" ini.
Setelah sampai di parkiran yang letaknya disebelah Telaga Cebong ini gw langsung nyari warung untuk mengisi perut yang semenjak tadi pagi sudah keroncongan. Semangkok Mie Rebus, Lontong, Kentang dan Tempe Kemul yang katanya khas daerah Dieng cukup untuk mengganjal perut ini. Setelah cukup beristirahat perjalanan dilanjutkan menuju Bukit Pandang disini kita harus membayar biaya pemeliharaan sebesar Rp. 3000,- saja dan ada sesuatu yang bikin gw bangga (sedikit) ada banner Telkomsel di atas bukit ini....
Setelah puas foto - foto dari atas gw turun untuk menuju telaga warna yang letaknya tidak terlalu jauh dari Bukit pandang ini. Di Telaga warna ini terdapat beberapa Gua peninggalan masa lalu yang disekelilingnya pohon-pohon besar yang rindang cocok untuk beristirahat sejenak.
Setelah jalan mengelilingi Gua Semar Dll (lupa nama Gua'a) dan beristirahat gw langsung menuju destinasi terakhir yakni Telaga Warna..
Setelah puas berkeliling di Telaga Warna gw putuskan untuk kembali ke Losmen, soalnya gw udah mulai kaki sebelah kanan terasa sakit karena sedikit terkilir pada saat turun dari Bukit Sikunir. Sesampainya di Losmen gw langsung beristirahat. Setelah cukup beristirahat gw turun untuk pesen Nasi Goreng dan setelah itu mulai bersih - bersih dan beres-beres persiapan Check Out dan Sholat Jum'at (berangan-angan Sholat Jum'at di puncak At-Ta'aun ga kesampean malah Sholat Jum'at di Dieng). Setelah Sholat Jum'at gw siap-siap menuju terminal Mendolo dan karena kaki sudah mulai terasa sakit banget gw putusin untuk meminta Kang Edwin untuk nganter gw menuju terminal. Dan sekali lagi gw menyaksikan deretan perbukitan yang indah sepanjang jalan menuju ke terminal. Subhanallah pemandangan indah ini sungguh ada di Indonesia. Karena pemberangkatan Bus menuju Jakarta masih cukup lama akhirnya gw diajak ke rumah Kang Edwin untuk beristirahat sejenak. Sungguh keluarga yang ramah pada pendatang yang mana mereka baru pertama kali kenal gw kemaren tetapi perlakuan mereka ke gw itu uda seperti saudara. Jam menunjukkan pukul 15.30 gw diantar ke terminal yang letaknya berada di seberang rumah Kang Edwin. Tepat pukul 17.00 Bus berangkat menuju Jakarta (Ps. Minggu) dan dengan ini berakhir sudah Perjalanan singkat yang paling berkesan bagi gw.
Gw bisa bilang Dieng Plateau ga kalah sama wisata - wisata yang ada di luar negeri, karena lo mau cari gunung disini ada, Telaga juga ada disini dan lo mw cari cuaca dingin seperti di Eropa pun disini ada (boleh dicoba kalo ga percaya). Dan tempat wisata ini ga terlalu jauh dari Ibukota Jakarta dan biaya yang perlu lo siapin juga ga terlalu besar. Dan gw masih punya 1 alasan untuk balik kesana. I'll be back for the next experiance, Mount Prau. Hehehehe...
Rincian Biaya :
- Bus Sinar Jaya (PP) = Rp. 185.000,- (Executive dan Bisnis)
- Losmen Bu Djono Standar = Rp. 75.000,-
- Bus 3/4 = Rp. 15.000,-
- Angkot Kuning = Rp. 3000,-
- Guide + antar ke terminal = Rp. 180.000,- (Mas Edwin)
- Oleh - Oleh = Rp. 150.000,- (Opsional)
Thanx Wonosobo Thanx Dieng
To be Continue for the next Trip....












