Sabtu, 06 Juni 2015

Open Trip Bromo 2014

Jum'at 29 Agusus 2014

Pagi itu hari Jum’at tanggal 29 Agustus 2014 adalah hari yang udah gw tunggu – tunggu dari bulan Juli karena hari itu adalah hari dimana gw akan berangkat menuju kota Malang untuk explore Gunung Bromo yang katanya tempat yang Indah untuk menikmati Gunung Semeru dari kejauhan.

Perjalanan kali ini gw ga single fighter seperti kemaren ke Dataran Tinggi Dieng, kali ini Alhamdulillah gw dapet temen ngetrip yang baru dan mereka semua gokil banget. Ada temen yang ngajakin untuk ikut Open Trip menuju Bromo dan Rafting di Sungai yang super dingin airnya, akhirnya gw sepakat untuk gabung dengan mereka. Tetapi menjelang hari H ada kabar yang kurang enak karena ada beberapa temen gw yang ga bisa ikut karena ada trip dadakan dari kantornya ke Negeri Gajah Putih (kalo gw jadi dia gw juga pasti pilih itu) hehehe...

Singkat cerita akhirnya hari yang ditunggu – tunggu pun tiba, gw sengaja ambil cuti hari Jum’at dan Senin biar ga mepet waktunya sama jam kerja. Hari jum’at pagi gw harus kekantor pusat dulu untuk belajar menggunakan kamera SLR yang gw pinjem dari bos gw, secara baru pertama kali gw pake kamera SLR jadi harus tau minimal Basicnya aja. Setelah Sholat Jum’at di masjid di kantor Pusat dan nemuin si anu dulu biar ceria di jalan akhirnya gw naik taksi untuk menuju kantor Regional untuk menjemput Partner dari kantor gw Bahrum Walidaen yang lagi beres – beres kantor karena kontrakannya habis (malu – maluin yah) setelah dari Atrium Mulia taksi meluncur ke Dapur Cokelat untuk menjemput Ny. Lingga yang lagi beli Kue buat Surprise Party di kereta malam nanti karena ada temennya (Nungki) yang Ultah tanggal 30 Agustus. Setelah dari Dapur Cokelat kami langsung meluncur kembali ke Stasiun Pasar Senen karena semua personil sudah menunggu disana dan mba Dini (Ny. Lingga) ini yang pegang semua tiket personil dan setelah sampai di Stasiun baru gw tau kalau dia yang jadi penghubung ke EO open Trip ini. Setelah berkenalan singkat di depan Sev*l di stasiun kami harus menunggu kira – kira 1 jam lebih karena kereta berangkat jam 15.15. Sambil menunggu waktu pemberangkatan kami membeli logistik untuk dikereta nanti supaya tidak terlalu keluar biaya lebih banyak karena sudah jadi rahasia umum kalo harga makanan di kereta itu MAHALLL...

Setelah ada pengumumam dari pihak stasiun akhirnya kami masuk ke area Peron dan langsung naik ke atas kereta Matarmaja dan perjalanan 16 jam yang menyiksa pun akan segera dimulai....
Ini nih kereta terjauh yang ngga akan bosen dinaikkin...


Tidak ada yang bisa gw lakuin dikereta selama 16 jam selain bolak balik ke WC dan TIDUUUURRR  (walaupun gw sendiri susah tidur).

Sabtu, 30 Agustus 2014

Tepat tengah malam kami sedikit membuat para penumpang sedikit terganggu karena kita merayakan hari jadi salah satu teman kita yang tepat tanggal 30 Agustus bertambah usianya (selamat hari burung Nungki) karena kue yang sudah di beli di dapur cokelat rusak salah satu dari kami inisiatif menggunakan Roti Sobek untuk pengganti Kue Ulang tahunnya...
Birthday Girl...

Setelah perayaan ala kadarnya kami kembali ke tempat duduk masing masing tapi ada yang tidur ada pula yang ngerjain bapak-bapak (namanya lupa) yang tidak beruntung karena duduknya ada di tengah-tengah kami...

  
 


Setelah kurang lebih 16 jam perjalanan akhirnya kami sampai di tujuan..
Selamat pagii Malaang.......
Disini kita sudah ditunggu angkot carteran yang akan membawa kita ke candi Jago, tetapi setelah tiba di candi Jago perut terasa laapaarrrr karena memang belum terisi makanan sama sekali. Setelah berunding kami putuskan untuk tidak mengunjungi Candi Jago tetapi langsung meluncur ke Warung makan Nasi Pecel Pincuk Madiun yang benar – benar menggugah selera. Dan makan pagi kali ini disponsori oleh saudari Nungki yang sedang berulang tahun.

                   


                    

Setelah kenyang kami langsung meluncur menuju Desa Gubugklakah yang berjarak 1,5 jam dari Bromo. Setelah tiba di homestay yang sudah disediakan oleh EO kami langsung memilih kamar dan beristirahat. Setelah beristirahat cukup dan makan siang yang disediakan oleh pemilik homestay kami langsung menuju Sungai Amprong untuk memulai petualangan kami dihari pertama.



Sungai Amprong ini adalah aliran air dari Coban Pelangi yang berada di atas pegunungan, air disini cukup jernih dan tidak terlalu deras alirannya tetapi terdapat beberapa jeram yang bikin adrenalin meningkat, dan satu lagi bonus yang kita dapat di jeram ini adalah airnya yang brrrrr dingiinn pemirsaaaahh...

Sebelum memulai petualangan ini kita melakukan pemanasan dulu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.




Setelah pemanasan dirasa cukup kami menuju garis start dengan menggunakan mobil pick up. setelah 15 menit berjalan kami tiba digaris start disini kami mulai berbagi kelompok supaya berat tiap perahu terbagi rata.
Let's Get Wetttt....


Di tengah perjalanan kami rehat sejenak sambil melepas lelah dengan minum minuman dan gorengan hangat yang telah disediakan oleh EO, Dan sebelum melanjutkan main air kita menyempatkan untuk foto-foto terlebih dahulu di jembatan bambu...





Dan inilah Jeram terakhir sebelum garis Finish








Setelah sekitar 4 jam kita bermain air akhirnya kita sampai juga di garis finish. Lelah, Dingin dan Lapar semua jadi satu, tapi kita semua enjoy dengan petualangan pembuka ini. And now let's go home. Setelah sampai di Homestay kita bersih-bersih dan istirahat sambil ngobrol ditemani makanan khas malang. Yup gak lain gak bukan makanan itu adalah Bakwan Malang.

Dan untuk sekedar info aja nih desa ini hanya bisa menggunakan jaringan dari Provider XL bener – bener cobaan banget bagi orang yang aktif dalam Sosmed. Malam pun tiba kami harus tidur lebih cepat karena tepat pukul 1 dini hari kita harus sudah bangun dan siap – siap menuju Bukit Pananjakan 2 yang menjadi spot untuk berburu Sunrise di Bromo.

Minggu. 31 Agustus 2014

Tepat pukul 01.00 alarm di HP gw bunyi, melawan rasa ngantuk demi berburu sunrise pun kami lakukan supaya tidak telat sampai di Bukit Pananjakan 2. Setelah semua siap dengan menggunakan jaket yang super tebal kami pun berangkat dengan menggunakan 2 Jeep yang sudah disiapkan oleh Panitia. Jalan yang begitu curam yang dikanan tebing dan dikiri jurang yang cukup dalam, kami semua berusaha menikmati “bumbu” perjalanan ini. Jalan menuju Bukit Pananjakan 2 ini melewati jalan yang rusak parah, kaki dan pinggang terasa sakit karena tak jarang Jeep yang kami tumpangi menghantam lubang dan batu-batu besar sepanjang jalan. Sepanjang jalan kita disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan, taburan bintang dilangit yang sangat indah memanjakan mata menemani perjalanan kami. Setelah 2 jam lebih perjalanan akhirnya kami sampai di parkiran Jeep Bukit Pananjakan 2. Setelah turun dari Jeep kami harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kira-kira 15-20 menit dengan medan yang menanjak.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, Sunrise time....





Dan inilah temen-temen baru gw yang entah memang sudah digariskan untuk ketemu dengan jiwa yang sama (jiwa traveling)...





Gw waktu itu merasa takjub dengan indahnya betapa besarnya rahmat dan karunia Allah SWT kepada alam Indonesia, ini semua yang didepan mata gw hanya sedikit goresan tanganNYA, dan gw bercita – cita akan selalu melangkah kemana pun kaki ini akan melangkah untuk menikmati ciptanNYA.








Dikejauhan tampak puncak Gunung Mahameru yang merupakan Gunung tertinggi di Pulau Jawa and someday I’ll be there... Hehehe


Setelah puas poto-poto kami pun segera turun untuk menuju puncak kawah bromo, disepanjang jalan kami melihat pemandangan gunung bromo yang begitu indah dan kami pun sempat bertemu dengan penduduk asli Tengger.
  


Note : Setelah foto dengan mereka jangan lupa memberikan mereka uang yaah, kemaren siih kami kasih 20.000 untuk 2 orang Tengger itu.

Once Upon a Time..



Setelah sampai diparkiran Jeep kami istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke kawah Bromo. Lama perjalanan ke parkiran kawah tidak memakan waktu lama, kira-kira setelah setengah jam beristirahat kami melanjutkan perjalanan. Dikarenakan pada saat itu sedang musim kemarau sepanjang jalan debu dan pasir-pasir halus beterbangan dijalanan. Setelah sampai di parkiran Jeep, kami melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki menuju kaki gunung bromo. Sebelum mencapai puncak kawah kami sempatkan untuk sarapan dahulu disekitar parkiran Jeep.    




Panas terik pun tidak kami hiraukan, bahkan masker pun sedikit tidak berguna karena pasir sudah masuk ke mulut. Walaupun demikian kami tidak peduli berbagai gaya pun kami keluarkan didepan lensa kamera. Kami sepakat tidak melewati anak tangga untuk mencapai bibir kawah Bromo, kami melewati jalur pasir yang konon adalah tempat syuting film 5 cm yang sempat booming. 
(Kawah Bromo)
 

 

Pengalaman pertama traveling kesini, dapet temen – temen dan pengalama baru. Kapan kita kemana lagi Guysss....

(Kita lagi syuting 5cm part II)


Setelah dirasa cukup foto-fotonya kami pun kembali ke parkiran Jeep untuk kembali ke Homestay.....



(Pasir Berbisik)


(Padang Savana Bukit Teletubies)






Setelah puas kami melanjutkan perjalanan menuju homestay,,,

Kira – kira pukul 11.00 siang kami tiba di homestay, kami pun segera beres – beres karena sore hari itu juga kami akan pulang ke jakarta. Tepat pukul 2 siang kami pamit ke pemilik homestay untuk kemudian menuju Stasiun Malang. Alhamdulillah liburan kali ini berjalan lancar dan sukses, setelah perjalanan ini masih banyak tempat yang saya sendiri akan kunjungi, karena Allah SWT telah memberikan anugerah keindahan baik alam dan budaya di Indonesia yang sayang untuk kita lewati. Nikmati, Jaga dan Lestarikan alam Indonesia untuk anak dan cucu kita nanti.

Aaannddd Jakarta We go home Nowww....



Episode dibuang sayang :

 













ADVENTURE NEVER DIES

Tidak ada komentar:

Posting Komentar